Wanita. Foto Adobe StockWanita akan menjadi sosok paling indah dan mulia apabila ia mampu memenuhi segala syariat Islam. Ketika seorang wanita dapat menjaga dirinya demi kepentingan agama, maka ia akan menjadi sebuah perhiasan dunia yang elok dipandang dan baik tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda “Dunia adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita shalihah.” HR. Muslim.Bahkan, Allah SWT juga mengabadikan kisah para wanita shalihah di dalam wahyu terakhirnya, yaitu Al-Quran. Sebagaimana Siti Maryam binti Imran yang hidupnya sering dikisahkan dalam Al Quran dan namanya dijadikan salah satu surat di Siti Maryam, nama para istri Rasulullah SAW juga sering disebutkan dalam ayat-ayat Al Quran. Mereka adalah gambaran wanita shalihah dalam Al Quran yang bisa dijadikan panutan bagi para akan dijabarkan mengenai ciri-ciri wanita shalihah dalam Al Quran seperti dikutip dari buku Perempuan Islam Dalam Berbagai Perspektif Politik, Pendidkan, Psi, Eko, Sos, Budaya Bintang Pustaka oleh Dr. Anita Marwing dan Dr. Shalihah dalam Al QuranWanita. Foto Adobe StockQanitat artinya sangat patuh dan taat dalam menjalankan perintah-Nya. Wanita akan dianggap shalihah jika ia selalu mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana yang Allah SWT telah firmankan“…, sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka wanita-wanita yang kamu khawatirkan musyuznya,”QS. An Nisa 34.Shadiqat ini dimaknai sebagai sifat dan perilaku yang jujur dan benar kepada diri sendiri, Allah, maupun sesama manusia. Untuk menjadi wanita shalihah, perkataan apapun yang keluar dari mulutnya harus ucapan yang jujur dan benar apa Qur’an menegaskan “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” QS. Al Ahzab 70-71.Shabirat juga termasuk salah satu ciri wanita shalihah yang disebutkan di dalam Al Quran. Shabirat berarti sabar dalam menghadapi ujian, tidak pantang menyerah, apalagi putus Allah SWT berfirman "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." QS. Al Baqarah 153.Wanita. Foto Adobe StockKhasyiat yakni khusyuk dalam memilihara hubungannya ibadah dengan Sang Maha Pencipta. Wanita yang memiliki hubungan baik dengan Tuhannya, termasuk wanita shalihah yang hidupnya penuh dengan SWT berfirman “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya,” QS. Al-Mu’minuun 1-2.Sha’imat bisa juga dimaknai sebagai amal ibadah puasa. Namun, puasa yang dimaksud bukan hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus saja melainkan juga menahan diri dari segala yang selalu berpuasa termasuk ke dalam golongan orang-orang bertakwa. Sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah SWT “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” QS. Al-Baqarah 183.Dzakirat berarti mengingat Allah SWT. Wanita yang shalihah sudah tentu akan selalu mengingat Allah, dalam keadaan susah maupun senang, sempit atau lapang. Sebab menurutnya, hanya Allah SWT yang dapat menolong SWT berfirman “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan meningat Allah hati menjadi tenteram,” QS. Ar-Ra’du 28.
Namunsebenarnya ada beberapa yang boleh kita perhatikan dari penganut Syiah dari 15 ciri-cirinya yang berikut ini: 1) Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenali umumnya songkok mereka seperti songkok orang arab hanya saja warnanya hitam. 2) Tidak solat Jumaat.
Wanita syiah “Secantik apapun wanita Syiah, aku tidak akan tertarik,” kata seorang pria muslim kepada temannya. “Mengapa?” “Sebab aku tidak tahu, dia sudah pernah mut’ah atau belum” Lalu bagaimanakah ciri-ciri wanita Syiah agar seorang muslim tidak salah pilih saat mencari istri atau mencari menantu? Secara fisik tampilan mereka bisa jadi sama dengan tampilan muslimah, sama-sama menutup aurat. Tetapi pada banyak kesempatan mereka mengenakan pakaian hitam-hitam jubah hitam dan kerudung hitam, tanpa cadar. Pada beberapa acara keagamaan, selain mengenakan pakaian hitam-hitam, wanita Syiah juga memakai ikat kepala bertuliskan syiar Syiah. Sepintas, tulisan itu tampak biasa tetapi ternyata memiliki makna seruan doa. Misalnya Ya Ali, Ya Husain, Ya Fatimah. Untuk menyamarkan kata Syiah, mereka menggantinya dengan ahlul bait. Sehingga wanita Syiah sering menyebut istilah ahlul bait, mengklaim diri sebagai pecinta ahlul bait, mengemukakan pendapat ahlul bait ketika membahas persoalan agama dan mengunggulkan mazhab ahlul bait dibandingkan mazhab lainnya. Menunjukkan ketidaksukaan terhadap para sahabat Nabi selain Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu. Pada situasi yang kondusif’ mereka menunjukkan kebenciannya kepada para sahabat Nabi dalam bentuk mencela hingga mengkafirkan, terutama para shabat utama seperti Abu Bakar radhiyallahu anhu, Umar bin Khatab radhiyallahu anhu, dan Utsman bin Affan radhiyallahu anhu. Tidak mengakui Abu Bakar, Umar dan Utsman sebagai khalifah yang sah. Sebaliknya, mereka menganggap tiga khulafaur rasyidin itu sebagai pengkhianat dan perampas kekuasaan. Meskipun tampilannya seperti aktifis Islam, wanita Syiah tidak suka menghadiri pengajian umat Islam ahlus sunnah, juga tidak suka berada di masjid ahlus sunnah. Menghadiri perayaan-perayaan syiah seperti Idul Ghadir, peringatan Asyura dan lain-lain Ketika puasa Ramadhan, mereka tidak segera berbuka seperti umat Islam tetapi menunggu beberapa saat setelah matahari terbenam hingga tampak bintang gemintang. Tidak berpuasa di hari asyura. Sebaliknya, mereka tampak bersedih dengan kesedihan yang mendalam pada hari itu demi mengingat tragedi Karbala Bersedia, bahkan senang dimut’ah. Mut’ah adalah kawin kontrak untuk jangka waktu tertentu baik dalam hitungan hari, bulan ataupun tahun. Demikian 10 di antara ciri-ciri wanita Syiah. [Ibnu K/bersamadakwah]
Syiahadalah aliran sempalan dalam Islam dan Syiah merupakan salah satu dari sekian banyak aliran-aliran sempalan dalam Islam.Sedangkan yang dimaksud dengan
Oleh Arie Putra Utama – Mahasiswa Al Azhar Mesir Fakultas Ushuluddin [email protected] SEORANG wanita akan menjadi sebuah insan yang indah dan mulia bila ia mampu memenuhi syarat dan hukum agama. Artinya ia menjelma menjadi wanita shalihah. Islam adalah agama yang Universal, bagaimana islam mengatur seluruh hukum baik dalam bentuk horizontal maupun vertical hubungan antara manusia dan Allah segala apapun hukum dan syari’at yang sudah ada dalam islam dibahas. Bahkan dikupas tuntas sehingga manusia mampu keluar dan bisa menyikapinya dengan baik. Termasuk pula terhadap hukum wanita dibahas secara tuntas dan syamil. Jika kita melihat sejarah ketika di zaman Jahiliyah bagaimana seorang wanita di rendahkan harkat derajatnya saat agama islam belum muncul di muka bumi ini. Dari situlah islam sebagai sebuah agama yang mampu menyelamatkan harkat dan martabat seorang wanita. BACA JUGA Rasa Malu pada Wanita Shalihah Ketika seorang wanita shalihah bisa dan mampu menjaga dirinya untuk kepentingan agama, maka ia akan menjadi sebuah perhiasan dunia yang elok di pandang dan baik akhlaknya. Sebagaimana hadits Rosulallah SAW yang mengatakan bahwa الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ Artinya “Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah.” Muslim. Lihat Riyâdhush-Shâlihîn Kemudian Rasûlullâh saw. berkata kembali مَنْ رَزَّقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً , فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ , فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِالثَّانِي Artinya “Barang-siapa yang di beri Allâh rezeki berupa isteri yang sholehah, maka sungguh Allâh telah menolongnya mendapat separoh dari agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allâh untuk memperoleh yang separohnya.” Ath-Thabrânî dan Al-Hâkim. Lihat Al-Ahâdîtsush-Shahîhah oleh Syaikh Al-Albânî jilid II hal. 200. Ada 2 dua hal yang perlu diperhatikan dari hadits ini Pertama Isteri sholehah adalah rezeki dari Allâh. Kedua Betapa beruntungnya seorang laki-laki yang diberi rezeki berupa isteri sholehah. Karena dengan keberadaan isteri sholehah berarti ia dibantu Allâh untuk memperoleh separoh dari kesempurnaan agama. Dengan kata-lain, ia telah mendekati ketaatan atau keimanan yang sempurna. tinggal melanjutkan proses penyempurnaannya dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allâh. Inilah kontribusi terbesar yang hanya dapat diberikan oleh isteri sholehah. Ada sabda Rosulallah juga yang mengatakan bahwa wanita shalihah adalah ia yang mampu dan selalu mengajak suaminya kedalam urusan akhirat dan biasanya wanita tipe seperti inilah yang akan menjadikan keluarganya menjadi Sakinah Mawaddah dan Warahmah. لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا , وَ لِسَانًا ذَاكِرًا , وَ زَوْجَةً مُؤْمِنَتًا تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ لأَمْرِآخِرَتِهِ Artinya “Hendaklah kalian berusaha memiliki hati yang senantiasa bersyukur, memiliki lisan yang senantiasa berdzikir dan memperoleh isteri yang sholehah, yang selalu membantu kalian dalam perkara akhirat.” Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Mâjah. Lihat Al-Fathul-Kabîr juz V hal. 82 no. 5231 Dan inilah diantara dari ciri-ciri wanita shalihah 1. Ciri Wanita shalihah Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Foto MarocMama BACA JUGA Suami Istri, Ini 2 Waktu Terbaik untuk Jima 2. Ciri Wanita shalihah Melayani suaminya berkhidmat kepada suami. Seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. 3. Ciri Wanita shalihah Menjaga rahasia-rahasia suami. Lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bertanya “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya saat berhubungan intim, dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku Asma pun menjawab “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka para istri benar-benar melakukannya, demikian pula mereka para suami.” Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” HR. Ahmad 6/456, 4. Ciri Wanita shalihah Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” HR. Abu Dawud no. 1417. 5. Ciri Wanita shalihah Ketika suaminya sedang berada di rumah tidak bepergian/safar. Ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ bernikmat-nikmat dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa sunnah sementara suaminya ada tidak sedang bepergian kecuali dengan izinnya”. HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026 6. Ciri Wanita shalihah Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau “Apakah mereka kufur kepada Allah?” BACA JUGA Kriteria Wanita Shalihah dalam Surat An-Nisa Ayat 34 Beliau menjawab “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri tidak mensyukuri kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka istri setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak berkenan baginya niscaya dia berkata “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907 Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabda لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Dan ingatlah kecantikan wanita tidak akan berarti tanpa akhlak dan perilaku yang mulia. jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa maka akan terpancar cahaya kesalihan dari dirinya. []
PengertianTeks Inspiratif. Teks inspiratif adalah sebuah teks yang berbentuk narasi atau cerita dengan tujuan untuk menginspirasi bagi siapa pun yang membaca teks tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inspirasi diartikan sebagai sebuah ilham. Teks inspirasi termasuk sebuah bahan tertulis yang berisikan cerita pengalaman, baik
.